Hidup adalah pilihan. Begitu
juga sama halnya dengan mimpi, semua orang bebas berkeinginan apapun, akan
tetapi suatu mimpi akan terwujud dengan adanya usaha untuk menggapainya. Tak
kenal lelah, putus asa, dan terus maju. Hidup tanpa mimpi bagaikan berjalan
tanpa tujuan.
Mutarsinih, wanita berusia 80
tahun kelahiran Sukabumi ini memutuskan datang ke Depok untuk mencari pekerjaan yang lebih baik sejak 20 tahun lalu. Gubuk kecil ditengah keramaian Kota tanpa lampu
baginya sudah cukup untuk berteduh. Ia hidup sendiri setelah suaminya meninggal
dunia 8 bulan yang lalu. Tidak punya anak membuatnya kadang merasa sepi.
 |
| Pintu masuk rumah nek Mutarsinih |
 |
| Tempat nek Mutarsinih melepaskan lelahnya |
 |
| Kamar mandi nek Mutarsinih. Keadaan air sangat buruk |
 |
| Dapur nek Mutarsinih |
 |
| Tempat buang air besar yang berada diluar rumah dan diluar kamar mandi |
Pukul 02.00 saat orang lain sedang tertidur lelap ia sudah bangun membuat nasi
uduk dan gorengan yang akan dijual pagi nanti. Hingga matahari siang menyengat kulit, nek Mutarsinih masih berjalan keliling kampung. “Seberat apapun cobaan kalo
dijalanin dengan ikhlas pasti akan terasa ringan.”ucapnya.
Begitulah pekerjaan yang nek Mutarsinih lakukan. Beliau hanya mendapatkan uang sebesar Rp. 20.000,- itupun kalau dagangannya habis, ketika tidak ada satupun pembeli maka tak ada sepeserpun
uang yang diterima olehnya. Jika tidak habis, sisa makanannya dibuang karena basi.
Beruntung ada pohon petai dan singkong milik orang cina disebelah rumahnya yang dapat
dijual untuk menambah biaya hidunya. Petai hanya dihargai Rp.
10.000,- perkg.
 |
| Pekerjaan sampingan nek Mutarsinih |
 |
| Kebun milik orang lain yang berada di samping rumah nek Mutarsinih |
“Semangat dan kegigihan harus
di landasi dengan tujuan dan kemauan yang kuat.” Itulah pesan nek Mutarsinih. Sabtu(24/10/2015)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar